Kontrakan Belakang Masjid Uzlifatul Jannah

Kontrakan Belakang Masjid Uzlifatul Jannah Jogja. Foto ini saya temukan kemarin pasang obrak-abrik isi hardisk komputer,  saya kira foto ini sudah tidak ada karena sudah lama saya meninggalkan komputer Pentium 3 yang dibeli sama saudara jagoan, alias dian syahrial.  Untungnya sebelum saya menikah, saya tinggalkan di jogja dan dipakai oleh adik saya untuk melanjutkan kuliah Universitas Ahmad Dahlan Jogyakarta. Jadi data dokumentasi lama yang saya punya masih ada, sehingga sempat saya copy saat mudik bersama.

Teringat masa-masa dulu,  itu sangat berkesan dalam menjalin persahabatan dengan mereka, teman-teman yang saling support, saling melengkapi dan saling berbagi.  Sungguh hidup itu terasa indah disaat kita memiliki banyak sahabat yang selalu memberi kebahagiaan baik dalam kondisi suka maupun duka.

Kontrakan Mlinjos Family di Belakang Masjid Warungboto
foto: pradianto, a 'ung imang, mu 'in
Pada foto pertama ada emapt orang, ini kebetulan ada satu orang lagi yang bersedia membantu “motoin” kami Didalam foto itu ada saya,  Misbahul Munir alias A’ung,  Firman atau sering dipanggi imang dan Muin yang sering menyebut kata “Kemplung” dan melekatlah itu untuk kata sindiran ke dirinya. Ini adalah satu kondisi disaat yang lain pada sibuk kuliah, jadi tinggal kami yang berada di kontrakan yang akhirnya berinisiatif untuk mendokumentasikan foto kebersamaan kami di depan kamarnya  saudara Aung,  dulu adalah kamarnya H.Jackie.  namun Seiring berjalannya waktu, “beliau” memutuskan untuk mendekam (haha) atau tinggal di tempat Om nya yang sering dipanggil “Lik Sur”.
Kontrakan Masjid Uzlifatul Jannah Yogyakarta
foto: pradianto, roedy, imang, mu'in
Foto yang kedua ada empat orang juga, mungkin ini giliran pergantian yang memfoto, yang jelas saya ikut terus Hahaha..  ada Eris,  Syahrudi  yang biasa nyaletuk kalimat “Ana Wong?” kemudian ada saudara imang sebutan dari nama sebenarnya adalah Firman,  dia adalah saudara dari mas Teguh asal Brebes (orang teknik informatika juga).

Kemudian adalah saudara Muin yang selalu tersenyum dalam kondisi apapun, dan biasanya menjadi salah satu bahan utama saat bergurau ketika kami pada ngumpul. Karena saudara miun, eh muin ini tidak pernah marah dan selalu tersenyum saat sindiran dan celetukan diarahkan pada dirinya. Mungkin karena menurutnya”senyum itu adalah amalh shodaqoh”. Kenapa begitu? Karena  jika orang tersenyum,  maka memancarkan  Aura positif yaitu Aura kegembiraan. Jadi apa saja yang ada di sekitarnya atau yang melihatnya akan merasakan suatu kebahagiaan tanpa batas (wkwk). Apalagi jika yang tersenyum adalah seseorang sosok yang sangat kocak, lucu dan pintar/cerdas seperti saudara muin ini.

Kontrakan Mlinjos Family di Belakang Masjid Warungboto milik Pak Yadi


Kondisi ini biasanya terjadi disela-sela waktu main game. Saat itu ada beberapa komputer yang terhubung melaui jaringan,  yang satu adalah punya a’ung, kedua punya muin dan yang ketiga punya candra, ada juga temen yang datang membawa laptop untuk ikut maen game jaringan. Maklumlah saat itu sekitar tanggal 22 Mei tahun 2007 dimana ada beberapa personil yang sudah lulus kuliah dan pergi ke ujung timur seperti saudara roebex  alias agus rubiyanto. Dan beberapa personil lainnya yang sudah lulus duluan, sehingga memaksa kami untuk mengikhlaskan jalan hidup mereka melanjutkan ujian kehidupan masing-masing kearah yang lebih baik tentunya.

Kebanyakan dari kami setelah lulus kuliah langsung sibuk mencari kerja, berapapun gajinya dan kerja apapun untuk menghilangkan status “pengangguran”. Namun ada beberapa dari kami memutuskan untuk melanjutkan usaha yang sudah dijalani dan sudah direncanakan jauh-jauh hari semenjak masih kuliah. Ya mungkin itulah dulu sekelumit kisah kasih para sahabat di Kontrakan Mlinjos Family di Belakang Masjid Warungboto.

0 Response to "Kontrakan Belakang Masjid Uzlifatul Jannah"

Post a Comment